
Keberadaan usaha pencucian pakaian (laundry) di Jogjakarta kian menjamur. Permintaan yang tinggi, utamanya dari kalangan mahasiswa, membuat banyak orang tergiur untuk menuai keuntungan bisnis tersebut. Kemudahan dan keuntungan yang dinikmati oleh mahasiswa dan pengusaha kerap kali membuat dampak negatif usaha laundry luput dari perhatian. Usaha laundry menyumbang kadar pencemaran lingkungan yang cukup serius, utamanya dalam pencemaran air dan tanah. Tak hanya sampai di situ, limbah laundry juga dapat menyebabkan penyakit gudik yang ditimbulkan oleh kutu Sarcoptes scabiei. Walaupun banyak dampak negatif mengancam, hingga kini belum ada usaha serius dari pemerintah untuk menangani hal ini.



